𝐀𝐍𝐀𝐋𝐈𝐒𝐀 𝐖𝐀𝐋𝐄𝐓 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐂𝐔𝐄𝐊 𝐓𝐄𝐑𝐇𝐀𝐃𝐀𝐏 𝐒𝐔𝐀𝐑𝐀

Artikel  : Tim WCC
Penulis : Irawansah
Analisis : Tim WCC


Hasil Pantauan Tim WCC beberapa hari ini, bahwa burung walet mulai masuk hingga akhir berdurasi sekitar 1 jam 20 menit.
Pengamatan ini disimpulkan dan diperkirakan bahwa burung walet yang keluar dan masuk :
  • 100% walet jantan, 
  • 60% walet indukan (40% ngeram),
  • 60% walet remaja (dinilai dari jumlah indukan yang keluar).
  • Artinya 40% walet remaja tersesat dan singgah pada bangunan yang terdekat yang dijumpai walet remaja tersebut.


Terjadinya hal tersebut disebabkan beberapa Faktor serta terdapat Resikonya dibawah ini :
  1. Transisi musim (pergantian arah angin/arah angin yang tidak menentu). Resiko : Akibat Transisi Musim, Terjadilah hilang jejak bagi walet remaja yang belum hapal rute terbang dan bisa singgah pada bangunan lain.
  2. Pakan yang tersedia sudah menipis didalam atau bahkan tidak pernah tersedia sama sekali. Resiko : Burung walet akan mencari pakan pada tempat-tempat tertentu dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
  3. Burung walet melakukan perjalanan jauh mencari pakan dengan porsi ganda bagi sebagian burung walet yang sedang melakukan pembesaran anak pinyik. Resiko : Oleh sebab pakan tidak tersedia didalam rbw dan lingkungannya, maka walet melakukan perjalanan jauh untuk mencari pakan dan walet akan terlambat kembali ke rbw bahkan hingga menjelang malam baru kembali kekandangnya.
  4. Saat ini walet dewasa membawa anakan walet atau walet remaja mencari pakan pada tempat-tempat tertentu bahkan jauh dari lokasi kandangnya. Resiko : Akibat jauhnya perjalan untuk mencari pakan bagi burung walet yang membawa anakan walet/walet remaja yang belum hapal rute kembali, maka sebagian besar walet remaja tersebut akan kehilangan jejak untuk kembali dan akan mampir pada bangunan terdekat yang ia jumpai.


Dari 4 point tersebut diatas, ada 2 point faktor dan resiko terbesar dan vital dalam budidaya walet yaitu pada point 1 dan point 2.
Dan dari faktor-faktor diatas mengakibatkan burung walet akan cuek terhadap suara walet tiruan jenis apapun juga.

Solusi : 
  • Untuk solusi point pertama tidak ada penyelesaian sebab itu faktor alam yang sudah menjadi ketetapan dan tidak bisa dibantah oleh manusia.
  • Untuk solusi point kedua ada solusi yaitu pemilik bangunan harus siap sedia mempersiapkan pakan yang lebih banyak baik secara kemasan maupun racik sendiri (rekomendasi penghematan biaya ialah racik sendiri).
  • Untuk solusi point ketiga & keempat, tergantung daripada penyelesaian point kedua. Jika point kedua dapat dilakukan maka terjadinya faktor ketiga & keempat bisa diatasi.
  • Terkait respon walet terhadap suara solusinya jangan lakukan penggantian suara saat ini.


Demikian Analisis yang dilakukan oleh Tim WCC.
Terima Kasih & Semoga bermanfaat.

Jika dirasa Informasi ini bermanfaat, silahkan Share keseluruh petani walet.

Salam Sukses

𝐂𝐀𝐑𝐀 𝐑𝐀𝐂𝐈𝐊 𝐌𝐀𝐍𝐔𝐀𝐋 𝐏𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐁𝐔𝐑𝐔𝐍𝐆 𝐖𝐀𝐋𝐄𝐓

Artikel : wcc
Penulis : Irawansah Abdul Wahab


Budidaya Burung Walet merupakan usaha yang sangat menjanjikan bagi masyarakat pelaku usaha ataupun petani walet, walaupun usaha tersebut sangat menjanjikan namun dalam membangun usaha ini tentu membutuhkan modal yang tidak sedikit bahkan bisa merogoh kantong yang tebal menjadi kempes. Namun  usaha ini juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan bangunan yang ada atau memanfaatkan ruangan yang dianggap bisa membuat burung walet betah menginap didalam ruangan tersebut.
Kaitanya betah dan tidaknya burung walet berada dibangunan rumah walet milik kita tentunya banyak faktor penentu yang harus diterapkan pada bangunan tersebut termasuk salah satunya yang kita ulah pada artikel kali ini yaitu Cara Racik Manual Pakan Burung Walet

Ada banyak cara dan banyak resep pakan walet secara manual yang beredar dimedia elektronik melalui media sosial belakangan ini, baik melalui facebook, twiter, whatsapp, telegram dan media sosial lainnya, namun tim walet channel creatif hanya menggunakan resep dan bahan yang sangat-sangat sederhana saja dan mudah didapat disekitaran lingkungan kita serta sangat mudah sekali dalam proses pengolahan atau pembuatannya. Resep ini sudah lama selalu dingunakan oleh tim wcc, baik digunakan untuk bangunan sendiri maupun dalam proses revarasi bangunan petani lainnya yang ada diwilayah kami sendiri, resep ini digunakan sejak tahun 2013 silam dan sudah dibuktikan hasilnya.

Resep dan cara manual ini dibagikan dalam rangka untuk membantu mengurangi biaya pengeluaran yang sangat besar dalam mempersiapkan pakan bagi burung walet. Bayangkan saja untuk harga kemasan pakan burung walet ini katakanlah Rp. 100.000,-/Kg, jika dalam 1 bangunan kita membutuhkan rata-rata 10 kg per bulannya maka isi kantong yang akan kita keluarkan berjumlah Rp. 1.000.000,-/bulannya, tentu sangat menguras isi kantong bukan...?

Dengan Resep Racikan Manual ini petani walet tidak lagi merasa kawatir merogoh kantong hingga kempes, dijamin 80-90 % racikan ini murah meriah, dikalkulasikan oleh tim wcc harga perkilogram racikan ini hanya Rp. 18.000,- saja, jika petani walet membutuhkan 10 kg dalam 1 bulan maka pengeluarannya hanya Rp. 180.000,- saja. Sangat Irit bukan dan silahkan bandingkan sendiri jika kita menggunakan produk kemasan.
Kelemahan Resep Racikan manual ini kami akui pasti ada, sebab racikan ini tidak melalui Tes Laboratorium, dan tidaklah sama seperti produk kemasan yang sudah terbukti kwalitas dan kasiatnya yang sudah melalui transisi pengujian Laboratorium, namun resep ini hanya diuji langsung dilapangan dan pada bangunan rumah walet dan ternyata walet sangat menyukai jenis serangga yang dihasilkan oleh resep ini.

Bagi rekan-rekan petani walet yang ingin mengetahui resep ini dan ingin mencoba racikan ini silahkan Tekan Tombol dibawah ini :

https://www.youtube.com/watch?v=ae5CzujxB-c

Demikian Artikel singkat ini, mudah-mudahan bermanfaat bagi petani walet dan selalu mendapat berkah, Aamiin.

Terima Kasih & Salam Sukses